oleh

Gara-gara air kecil, tagihan membengkak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rejang Lebong diprotes warga Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu.

banner 728x90

REJANG LEBONG,bengkulupost.co.id-Gara-gara air kecil, tagihan membengkak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rejang Lebong diprotes warga Desa Sentral Baru Kecamatan Bermani Ulu.

”Saya sudah lapor dari empat bulan lalu, sudah ada pemeriksaan tapi baru hari ini ditindak. Kecilnya air itu bukan terjadi baru-baru ini, tetapi sudah lebih dari enam tahun yang lalu,” kata salah seorang pemakai Air PDAM berinisial SK itu kepada bengkulupost.co.id.

SK merasa jengkel dengan tagihan yang diberikan PDAM Rejang Lebong UPT Bermani Ulu, tetapi keluhan pelanggan tidak direspon dengan cepat. ”Saya suruh bayar dengan air normal, biasanya hanya Rp41 ribu sampai Rp50 ribu perbulan. Tapi sekarang tagihan jadi membengkak. Sebulan bisa sampai Rp50 ribu kalau di hitung cermat ,” katanya.

Mana tidak,SK menambahkan dalam kurun waktu Enam Tahun lebih itu tidak pernah sekalipun PDAM UPT BU-BUR (Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya) mengadakan pemeriksaan kerumah warga atau memeberikan teguran kepada warga karena terlambat membayar tagihan dan lainnya,tiba-tiba melayang kan surat tagihan tunggakan yang harus di bayarkan selama 70 bulan dengan jumlah tagihan kepada semua warga yang berfariatif,”katanya.

“Jumlah tagihan yang tidak masuk akal ada yang lebih dari 4 juta rupiah dan paling kecil 1,500 ribu rupiah tunggakan selama 70 bulan padahal seharusnya tagihan semua warga itu jumlahnya sama karena tidak ada meteran air atau yang pernah ada meteran air sudah rusak dan sekalipun belum pernah di perbaiki jadi petugas PDAM itu mendapat angka itu tagihan itu darimana sedangkan kubikasi pemakaian tidak jelas,”kata SK dengan nada kesal.
”Saya sudah ditagih sampai dengan Rp1.739.100. Itu suruh dibayar,. Saya siap, tapi air harus normal,pasang meteran jelas biar tau kubikasi pemakaian,juga di hulu harus di jaga kebersihannya,diperiksa apakah airnya layak diminum dan di konsumsi warga,mengingat dihulu tempat sumber air kondisinya tidak terawatt dan di tumbuhi semak belukar dan kalau saya nilai itu sangat tidak sehat karena kan kita tidak tau apa ada bangkai binatang atau kotoran manusia masuk ke kolam penampungan karena tidak pernah ada pemeriksaan pada sumber air tersebut,” katanya.

Keluhan pelanggan PDAM juga pernah diungkapkan oleh warga lainnya, Maryama mengatakan, sudah beberapa tahun ini tidak membayar tagihan PDAM karena kecewa dengan kualitas air ,dan kini harus membayar sejumlah Rp.3.106.370.
”Saya pakai PDAM . Tagihan ada, tapi saya tidak mau bayar,” katanya kepada bengkulupost.co.id di kantor Kelurahan Desa Sentral Baru beberapa waktu lalu.
“Ini tagihan tidak masuk akal,darimana PDAM mendapat angka tagihan sebesar itu padahal tidak terpasang meteran di rumah saya,dan seharusnya maksimal 3 bulan menunggak itu harus ada teguran ,ini sudah lebih dari Enam Tahun kenapa baru ada teguran membayar tunggakan,saya bersama warga lain sangat tidak setuju dan merasa sangat keberatan kalau harus membayar sebanyak itu,ditambah kondisi sekarang mana serba sulit,kebutuhan sangat membengkak dan serba mahal, ”katanya dengan nada ketus.
Ia melanjutkan, selain dirinya, ada banyak warga lainnya yang juga kecewa karena keluhan yang disampaikan ke PDAM tidak pernah direspon.
”Saya dan warga masyarakat lainnya lebih rela dicabut dan memilih menggunakan air tanah. Sebab air PDAM selain keluarnya kecil, kadang kotor kita tidak tau di hulunya apa masih sehat dan layak konsumsi atau tidak karena dekat sumber air itu kondisinya sangat kotor dan tidak terawatt serta di tumbuhi semak belukar,ini apa pihak PDAM tidak ada dana untuk pemeliharaan atau pihak DPRD tidak ada respon juga jadi bingung saya,” katanya.
”Kalau kita sebagai pelanggan diberi tanggapan yang baik, kita juga pasti akan berlaku baik. Saya sudah kecewa,” ujarnya.(DARLIN)

Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed