oleh

Catat! Panduan bagi Pemilih yang Terdaftar dan Tak Terdaftar di DPT

banner 728x90

JAKARTA,bengkulupost.co.id- Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Ilham Saputra berharap masyarakat untuk segera melapor kepada pihak-pihak terkait jika belum terdaftar sebagai pemilih pada Pemilu 2019. Hal itu untuk memastikan agar mereka bisa dimasukkan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) nanti. “Kalau ada yang belum terdaftar untuk melaporkan pada desa masing-masing atau bisa juga lewat Rukun Warga (RW). Agar nanti yang belum terdaftar bisa dimasukkan selama dia memenuhi syarat.

Dia punya surat keterangan dan e-KTP,” kata Ilham di gedung KPU, Jakarta,
Bagi Anda yang akan mengikuti Pemilu  2019, tentu tidak ingin menyia-nyiakan suara Anda. Sebelum mencoblos, apa saja yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan?

Panduan untuk Pemilih yang Terdaftar di DPT

Jika Anda telah terdaftar di DPT, pastikan 3 hari sebelum hari pencoblosan, Anda telah mendapat form C-6 KWK (surat pemberitahuan). Di hari pencoblosan, Anda mendatangi TPS sesuai dengan jadwal yang telah tertera di form C-6, pada pukul 07.00-13.00 waktu setempat.

Apabila tidak mendapat form C-6 tetapi terdaftar dalam DPT, Anda tetap dapat menggunakan hak pilih dengan menunjukkan KTP elektronik (e-KTP) atau paspor atau identitas lain yang berlaku.

Penting menjadi catatan, Anda hanya dapat mencoblos di TPS yang sesuai dengan domisili yang tertera di e-KTP.

“Jadi tempat pencoblosan harus sesuai dengan domisili yang tertera di KTP. Tidak bisa misalnya sudah punya C-6 dan KTP elektronik tapi mencoblos di TPS lain,” ujar Komisioner KPU DKI Betty Epsilon Idroos saat berbincang dengan bengkulupost.co.id, beberapa waktu lalu.

Panduan untuk Pemilih yang Terdaftar di DPT, tapi Ingin Mencoblos di Lokasi Lain

Betty memberikan alternatif bagi calon pemilih yang terdaftar DPT atau Pemilih Pindah Pemilih (DPPh) tapi pada hari pencoblosan harus berada di tempat lain.

“Misalnya domisili di Jakarta Timur tapi hari pencoblosan ada di Jakarta Utara. Maka yang bersangkutan bisa tetap memilih di Jakarta Utara dengan syarat menggunakan form A-5,” jelas Betty.

Form A-5 dapat diurus ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) paling lambat 3 hari sebelum pencoblosan. Nantinya, pemilih menyerahkan form A-5 kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dengan membawa e-KTP. Waktu pencoblosan pun sama, yakni mulai pukul 07.00 hingga 13.00 waktu setempat.

“Untuk mengurus form A-5 juga tidak bisa sembarangan. Alasannya harus jelas mengapa dia harus berada di tempat lain saat pencoblosan. Misal sakit, bekerja. Harus ada alasan yang kuat. Kalau tidak, tetap harus memilih sesuai domisili di KTP,” kata Betty.

Panduan untuk Pemilih yang Belum Terdaftar di DPT

Jika Anda sudah mengecek secara online dan offline soal status DPT namun tidak ada nama Anda, tidak perlu khawatir. Betty menjelaskan, hak Anda sebagai pemilih dikategorikan sebagai Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Syarat agar bisa tetap memilih, Anda perlu membawa e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Dukcapil dan kartu keluarga (KK) asli.

Nantinya, petugas KPPS akan mengecek apakah Anda memang belum terdaftar di DPT. Petugas juga akan memastikan e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Dukcapil sesuai dengan alamat TPS di tingkat RT/RW.

“Untuk DPTb atau pemilih tambahan, Anda harus membawa e-KTP atau surat keterangan dari Dinas Dukcapil dan KK asli. Tempat untuk mencoblos nanti, sesuai dengan alamat domisili, RT/RW yang tertera di e-KTP tersebut. Selain itu, pemilih juga harus mengisi form berisi identitas diri dan surat pernyataan,” jelas Betty.

Jika semua sudah terverifikasi sebagai pemilih tambahan, Anda baru dapat menggunakan hak suara pada pukul 12.00-13.00 waktu setempat. Apabila surat suara sudah habis di TPS tersebut, Anda akan diarahkan untuk mencoblos di TPS terdekat dalam Desa/Kelurahan yang sama.

Ini yang harus dilakukan jika nama Anda belum ada di DPS:

1. Cek di situs kpu.go.id atau datang ke kantor KPU di tingkat kecamatan/kelurahan/desa dengan membawa KTP dan KK.

2. Jika nama Anda sudah ada, Anda dipastikan bisa nyoblos untuk Pemilu 2019. Namun, jika nama Anda belum ada, segera melapor ke petugas setempat.

3. Petugas akan mencocokkan data diri Anda.

4. Jika Anda telah berpindah domisili tapi nama Anda masih tercatat di DPS domisili yang lama, lapor kepada petugas.

5. Petugas PPS tempat Anda terdaftar akan memberikan surat pengantar yang ditujukan ke KPU tempat domisili Anda yang baru.

6. Anda harus mendatangi kantor KPU domisili Anda yang baru dan menyerahkan surat tersebut. Setelah itu, petugas akan mencatat agar Anda terdaftar dalam DPS di lokasi tersebut. (MIF)

sumber : https://news.detik.com/berita/4103111/pastikan-anda-nyoblos-di-2019-simak-caranya-di-sini

Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed