oleh

Caleg Millenial Berebut Hati Rakyat, Ini Strategi Kampanye yang Dilakukan Tri Joko

banner 728x90

REJANG LEBONG,bengkulupopst.co.id-Politik Indonesia, setidaknya sejak Orde Baru, didominasi para senior. Belakangan, generasi milenial pun mencoba merebut posisi. Apakah mereka akan menjadi warna baru?

Selasa, 17 Juli, adalah batas akhir pendaftaran Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di seluruh Indonesia. Seluruh partai wajib mengirimkan berkas pendaftaran, sesuai jenjang wilayah pencalonan.

“Kami percaya pada energi anak muda, dan caleg milenial adalah bagian dari strategi kaderisasi sebenarnya. Lebih cepat mereka terlibat politik praktis, akan lebih baik. Harapannya, mereka membawa suasana segar dalam politik.

Dikirim oleh Bengkulu Post pada Jumat, 14 Desember 2018

Tumbuh dalam keluarga berpolitik, Tri Joko  mengaku memahami apa yang harus dilakukan dalam persiapan menghadapi kontestasi tahun depan. Namun, lebih dari itu dia sudah menerapkan strategi baru dan kerja-kerja sosial yang sudah dirintis lebih dari setahun yang lalu. Di daerah pemilihannya, yaitu Selupu Rejang ,Sindang Kelingi dan Sindang Dataran. Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sektor pariwisata cukup dominan. Karena itulah, dia berencana terjun langsung dalam pembinaan UKM dan pendampingan pengembangan wisata berbasis masyarakat juga pengadaan Ambulance Gratis bagi warga masyarakat di Dapilnya.”Itu semua merupakan program unggulan saya yang Insya Allah saya prioritaskan apabila saya terpilih jadi wakil rakyat nanti ,” ungkapnya penuh semangat

Gambar mungkin berisi: 1 orang

Pendekatan ini banyak berbeda dengan Caleg lain, yang sudah bisa dilihat gelagatnya sejak Idul Fitri lalu. Mayoritas lebih memilih memasang baliho besar di tepi jalan, daripada terjun langsung dalam program-program sosial bagi masyarakat. Tri Joko meyakini, strateginya tepat, meski hasilnya tidak dapat dipastikan karena politik bukan matematika.

“Tidak ada ilmu pastinya, untuk kita yang terjun di politik ini, bahwa satu tambah satu akan sama dengan dua. Jadi, misalnya kita berteori, karena sering turun ke konstituen, kita rajin mendatangi mereka, maka kita akan lolos. Itu tidak ada teorinya,” kata Joko.

“Karena itu, yang pertama sikap saya adalah nothing to lose. Cuma, harapan saya, ketika saya ada dan menjadi bagian langsung dari masyarakat yang bersuara, saya berharap akan terjadi perubahan yang lebih baik,” kata Joko menambahkan.

Di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Tri Joko  turut berkontestasi melalui Partai Perindo (Persatuan Indonesia).

Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri

Joko  mengaku dana pencalonannya tidak besar, hanya sebagian penjualan cabe dan hasil kebun lain. Namun dia percaya, modal sosial sebagai aktivis di tengah petani akan memberi sokongan lebih besar.

“Pencalonan ini, selain dari motivasi saya sendiri, juga karena dorongan dari teman-teman petani, terutama petani muda, karena saya adalah salah satu Koordinator kelompok tani di Dapilnya,”tukas Joko.

“Dan ini murni, kami bergerak sendiri, dengan dana mandiri dan terus bergerak. Dengan modal sosial yang saya miliki, saya yakin bisa untuk ikut bertarung dalam kompetisi ini dan bisa memenangkan pertarungan,” kata Joko menambahkan.

Agar lolos menjadi salah satu wakil rakyat di Rejang Lebong, Joko  setidaknya membutuhkan sekitar 5 ribu suara. Optimismenya muncul, karena daerah ini didominasi petani.

Perindo sendiri, kata Joko, memberi dukungan penuh bagi kandidat muda. Selain pengetahuan politik, mereka juga dibekali situasi yang mendukung. Perindo  tidak memberlakukan biaya pencalonan, dan bahkan memberi dukungan logistik bagi Caleg yang punya potensi menang.

Seperti juga di Amerika, di mana media sosial berperan penting dalam pengelolaan isu dan menggaet suara pemilih. Perindo, kata Joko, meyakini bahwa tidak ada cara yang lebih efektif melawan pola politik konvensional seperti politik uang, selain melalui media social dan pembauran kepada para petani.

“Kami tekankan penggunaan kampanye digital, juga tiga strategi yaitu on air, online dan on crowd. Ketiganya dilakukan dengan penguasaan isu lokal, karena kita meyakini bahwa inilah strategi paling tepat,” kata Joko.

Joko menambahkan Partai Perindo nantinya akan membuka Sekolah Caleg karena ingin politisi generasi milenial tampil dan membawa semangat zaman.

Namun, seperti kata Satya di awal tadi, politik bukanlah matematika yang hasil akhirnya dapat diprediksi dengan tepat. Ada 100 juta lebih pemilih dari generasi milenial dalam Pemilu 2019 nanti. Apakah politisi muda ini akan memperoleh dukungan dari sebaya mereka? Jawabnya akan kita ketahui tahun depan.(*****)

Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed