oleh

Kemenpar Bebaskan PPnBM Kapal Yacht dan Dampak Kebebasan Pers Pada Pariwisata

banner 728x90

JAKARTA-Asisten Deputi Industri dan Regulasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti, (mewakili Menteri Pariwisata) mengatakan, Kemenpar meminta para daerah yang dilalui wisatawan kapal-kapal yacht agar lebih aktif memanfaatkan kedatangan wisatawan mancanegara dengan membebaskan pajak ppnbm.

Menurutnya, PPnBM hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp 3 miliar. Karena itu Pak Menteri ( Menteri Pariwisata) ingin membebaskan (pajak).
“Sehingga hasilnya dari kedatangan pariwisata dengan kapal yacht kedepan bisa mencapai Rp 3,6 triliun,” ujar Guntur dalam acara Rakernas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dengan tema “Indonesia Optimis Menghadapi Revolusi Digital” di Sari Pacific Hotel, Jakarta (26/7/18).
Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) merupakan pajak yang dikenakan pada barang yang tergolong mewah yang dilakukan oleh produsen (pengusaha) untuk menghasilkan atau mengimpor barang tersebut dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya.
Sementara itu, Direktur Indonesia News Media Watch, Agus Sudibyo, meyampaikan tentang dampak pemberitaan Gunung Agung yang meletus di Bali. Dengan pemberitaan yang masif, telah menimbulkan kekacauan dalam berbagai aspek, terutama mengguncang bidang pariwisata di Indonesia.
Menurut Agus, pelaku pariwisata mengeluhkan tentang pembatalan kunjungan turis yang merosot akibat pemberitaan media massa dan media sosial terkait Gunung Agung tersebut.
Agus mengatakan, penyebaran foto-foto meletusnya Gunung Agung hingga menyebar ke seluruh dunia, telah berdampak negatif terhadap industri pariwisata Indonesia dan yang mengambil keuntungan adalah negara tetangga kita yakni Thailand.
“Tidak ada yang salah dalam pemberitaan itu, tapi dampaknya begitu terasa,” ungkapnya.
Agus menambahkan, kebebasan pers di Indonesia jauh berbeda dengan negara lain. Pers di Thailand, memiliki SOP  (Standar Operation Procedure), bila ada kejadian bencana alam dan terorisme, hanya memberitakan maksimal dua hari saja, setelah itu mereka akan berpikir panjang untuk memberitakan lagi. Karena, mereka khawatir akan dampak buruk terhadap pariwisata mereka.
“Berbeda dengan negara lain yang persnya tidak terlalu bebas dalam pemberitaan,” ucapnya.
Agus melanjutkan, di Jepang, ketika tsunami menimpa negara tersebut. Media Jepang juga memiliki SOP, dimana mereka tidak memberitakan secara besar-besaran mayat bergelimpangan dan kesedihan yang berlarut. Media disana, kata Agus, hanya memberitakan tentang semangat untuk bangkit kembali dalam bencana tsunami itu.
Dalam seminar juga menampilkan pembicara, Direktur Digital Strategic Portopolio PT Telkom, David Bangun dengan dipandu moderator, Untung Kurniadi dari SMSI.
Usai seminar, disela-sela kesibukannya Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, hadir dalam Rakernas SMSI dengan didampingi Ketua SMSI Auri Jaya dan Sekjen SMSI Firdaus. Mendagri menyampaikan tentang Pilkada dan keberhasilan tugas dari pemerintahan Jokowi-JK.
Mendagri juga menyampaikan tentang hal- hal yang harus diketahui oleh masyarakat, tentang yang mana yang disebut kampanye dan mana yang bukan.
Mendagri juga menyampaikan tentang sedikitnya waktu dalam persiapan Pilpres tahun 2019 dimana pada 20 Oktober 2019 sudah dimulai pelantikan. Politikus PDI-P ini juga mengingatkan tentang rawan korupsi di daerah. Dimana ada ratusan kepala daerah yang ditangkap karena tersangkut perencanaan anggaran. Ia juga menjelaskan tentang kasus e-KTP yang mana Kemendagri telah melakukan perbaikan sehingga sekarang menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.(REDAKSI)
Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed