oleh

Seni dan Budaya Lembak yang Terlupakan

banner 728x90

REJANG LEBONG,BENGKULUPOST.CO.ID-Kebudayaan seharusnya menjadi inspirasi kreatif bagi pemerintah sehingga produk-produk politik, hukum, ekonomi, sosial dan lainnya diproduksi sesuai nilai-nilai budaya Pancasila.

Kebudayaan dinilai masih diidentikan dengan pertunjukkan seni atau hiburan semata karena dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan.

H.Syaeful Ahmad (Wak Olem) maestro Seni dan Budaya Daerah Lembak

“Kebudayaan harusnya diposisikan sebagai sistem nilai yang mendasari penyusunan kebijakan bangsa dan negara. Kebijakan itu harus mempertimbangkan karakter masyarakat Indonesia agar lebih berbudaya dan beradab di tengah maraknya radikalisme serta terorisme,” kata H. Syaeful Ahmad (Wak Mat Olem) kepada Media BENGKULUPOST.CO.ID beberapa waktu lalu di rumahnya Dusun Kepala Curup (Lembak) Kabupaten Rejang Lebong.

H.Syaiful Ahmad atau lebih di kenal dengan Wak Olem,kelahiran 1 Pebruari 1938 adalah seorang maestro kesenian Daerah Lembak.Perjuangannya dalam melestarikan seni dan budaya lembak patut di apresiasi pasalnya,hingga usia senja beliau tetap ulet melestarikan seni budaya tradisional daerah lembak yang saat ini hampir punah.

“Bisa dikatakan saat ini bangsa kita masih kering mengusung kebudayaan dan peradaban yang sesuai nilai-nilai Pancasila. Menjadi tugas penting bagi kita semua untuk memberi ruh, terutama kepada para pemimpin bangsa kita,” kata Wak Olem (panggilan akrab H. Syaeful Ahmad).

Dia menilai banyak pihak masih bekerja dengan mengedepankan ego sektoral dan tidak mengisi ruang kosong. Dengan demikian, lanjut dia, rasa kekeluargaan berkurang, terjadi pertarungan politik tanpa adab serta saling menyerang.

“Kebudayaan Indonesia sangat beragam. Seharusnya, kita bisa bersikap saling menghormati, menghargai, toleransi dan bersama-sama dalam membangun bangsa dan negara. Tapi, faktanya kita terus konflik, ego sektoral diutamakan, korupsi merajalela serta memarginalisasi pihak yang kalah,” lanjut Wak Olem.

Dia mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami revolusi informasi yang luar biasa. Masyarakat Indonesia tengah diserang oleh teknologi atau proxy war. Yang diserang adalah alam pikir serta perilaku masyarakat.

“Informasi hoax banyak beredar untuk mengadu domba antar masyarakat kita sendiri. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk mengusung serta mengimplementasikan kebudayaan peradan bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” tuturnya.

 

Semenjak tahun 1950-an Wak Olem aktif di dunia musik   dan seni tari khas Daerah Lembak yang berjumlah 23 buah dan salah satunya adalah tarian has daerah Lembak yang di beri nama “Tari Turak”.Tari turak menggambarkan has kehidupan dan prilaku serta adat istiadat Daerah Lembak dalam prilaku kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai budaya luhur tentang kehidupan dan bermasyarakat secara tolerantif dan kegotong royongan.(ADJIE)

 

Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed