oleh

Dalam Rangka Lestarikan Seni Budaya Empatlawang,Bupati Syahril Gelar Festival

banner 728x90

EMPATLAWANG,BENGKULUPOST.CO.ID-Peringatan hari jadi Kabupaten Empatlawang ke 11, pemerintah Kabupaten Empatlawang, menggelar festival seni Saling Keruani Sangi Karawati, di Pulau Emas Sabtu (21/4/2018).

Bupati Empatlawang, H. Syahril Hanafiah membuka festival tersebut dengan suasana rintik hujan.

Syahril mengajak melestarikan seni budaya Empatlawang yang  saat ini menurutnya ada pergeseran paradigma dalam memancing wisatawan. Kebudayaan seharusnya menjadi inspirasi kreatif bagi pemerintah sehingga produk-produk politik, hukum, ekonomi, sosial dan lainnya diproduksi sesuai nilai-nilai budaya Pancasila.

Kebudayaan dinilai masih diidentikan dengan pertunjukkan seni atau hiburan semata karena dianggap sebelah mata oleh banyak kalangan.

“Selama ini destinasi wisata sekarang bukan hanya destinasi wisata alam destinasi wisata dan wisata khas daerah,”katanya.

Kepala dinas Pariwisata Empatlawang, Mgs Nawawi,mengatakan festival seni kali ini dinas pariwisata memperlombakan kesenian rejung, tari kreasi daerah, lagu daerah dan teater daerah, diikuti perwakilan sepuluh kecamatan di Kabupaten Empatlawang.

“Kebudayaan harusnya diposisikan sebagai sistem nilai yang mendasari penyusunan kebijakan bangsa dan negara. Kebijakan itu harus mempertimbangkan karakter masyarakat Indonesia agar lebih berbudaya dan beradab di tengah maraknya radikalisme serta terorisme,” kata H. Syahril Hanafiah dalam kata sambutannya.

“Bisa dikatakan saat ini bangsa kita masih kering mengusung kebudayaan dan peradaban yang sesuai nilai-nilai Pancasila. Menjadi tugas penting bagi kita semua untuk memberi ruh, terutama kepada para pemimpin bangsa kita,” tambahnya.

Dia menilai banyak pihak masih bekerja dengan mengedepankan ego sektoral dan tidak mengisi ruang kosong. Dengan demikian, lanjut dia, rasa kekeluargaan berkurang, terjadi pertarungan politik tanpa adab serta saling menyerang.

Kebudayaan Indonesia sangat beragam. Seharusnya, kita bisa bersikap saling menghormati, menghargai, toleransi dan bersama-sama dalam membangun bangsa dan negara. Tapi, faktanya kita terus konflik, ego sektoral diutamakan, korupsi merajalela serta memarginalisasi pihak yang kalah.

Dia mengingatkan, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami revolusi informasi yang luar biasa. Masyarakat Indonesia tengah diserang oleh teknologi atau proxy war. Yang diserang adalah alam pikir serta perilaku masyarakat.

“Informasi hoax banyak beredar untuk mengadu domba antar masyarakat kita sendiri. Karenanya, sangat penting bagi kita untuk mengusung serta mengimplementasikan kebudayaan peradan bangsa yang sesuai nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat  dan bernegara,” tuturnya.(IWAN MURSI-ADJIE/ADV)

 

Bagikan

Tentang Penulis: Adjie Satria

Gambar Gravatar
BENGKULUPOST.CO.ID adalah Situs Berita Online yang mempublikasikan informasi harian secara Real Time. BENGKULUPOST.CO.ID berbadan hukum PT Megapers Media Informasi.Akta Notaris No.39 Tanggal 29 Juni 2016 ,Elia Heriani,SH,M.Kn,Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-0016578.AH.01.11.tahun 2016 Tanggal 11-07-2016 NPWP: 76.471.666.8-327.000 Telpon.: 0822 9011 3369/0822 9011 3379

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed